fbp unas

Duka Kalimantan untuk Prof. Birutė Mary Galdikas: Dari Masyarakat Adat hingga Pemerintah, Penghormatan Mengalir Penuh Empati

Mengutip Berita HITV, PANGKALAN BUN, — Sejak kabar wafatnya tersebar, gelombang empati pun datang dari berbagai lapisan masyarakat—mulai dari masyarakat adat Dayak, warga lokal, pegiat lingkungan, hingga jajaran pemerintah daerah dan pusat. Semua larut dalam rasa kehilangan atas sosok yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan konservasi di Kalimantan.

Duka mendalam menyelimuti Kalimantan atas kepergian Birutė Mary Galdikas, sosok yang selama puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian orangutan dan hutan tropis Indonesia.

Masyarakat adat turut hadir, mengantarkan kepergian almarhumah dengan doa dan tradisi yang mencerminkan penghargaan tinggi terhadap jasa-jasanya menjaga keseimbangan alam.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) juga menunjukkan empati mendalam. Wakil Bupati Suyanto bersama jajaran hadir langsung, mewakili suara masyarakat yang merasa kehilangan sosok inspiratif.

Dalam suasana haru, Wakil Bupati Suyanto mengajak semua pihak untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis almarhumah sejak memulai penelitiannya pada 1971. (dok/foto/kisto)

Di Pangkalan Bun, prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan sarat makna, diiringi ritual adat Dayak sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Beliau bukan hanya ilmuwan, tetapi juga penjaga alam Kalimantan. Warisan ilmu dan semangatnya harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penghormatan langsung, Kementerian Kehutanan menugaskan Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, untuk melayat ke rumah duka di Pangkalan Bun.

Kehadiran perwakilan kementerian menjadi simbol bahwa dedikasi Birutė Mary Galdikas tidak hanya dikenang di tingkat lokal, tetapi juga dihormati secara nasional.

Selama hidupnya, almarhumah dikenal luas melalui kiprahnya di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, yang menjadi pusat penelitian dan konservasi orangutan dunia.

Berkat kerja keras dan konsistensinya, kawasan tersebut kini menjadi ikon penting dalam upaya pelestarian satwa liar dan ekosistem hutan tropis.

Karangan bunga ucapan bela sungkawa dikirimkan oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Ph.D

Kepergian Birutė Mary Galdikas meninggalkan duka yang dalam, namun juga semangat yang tak padam.

Kini dari hutan Kalimantan hingga panggung dunia, jejak perjuangan Birute Mary Galdikas akan terus hidup—dalam ilmu pengetahuan, dalam kesadaran manusia, dan dalam setiap upaya menjaga alam agar tetap lestari. (\•/)

 

Sumber berita: Duka Kalimantan untuk Prof. Birutė Mary Galdikas: Dari Masyarakat Adat hingga Pemerintah, Penghormatan Mengalir Penuh Empati

| Berita Terbaru