Mengutip Berita UNAS, Jakarta (UNAS) – Fakultas Biologi dan Pertanian Universitas Nasional (FBP UNAS) menggelar kegiatan Kupas Tuntas Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) pada Rabu, 15 April 2026, di Smart Classroom, Ruang 707, Lantai 7, Gedung C UNAS Pejaten. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai peluang beasiswa penuh bagi mahasiswa, santri, hingga tenaga pendidik di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan perwakilan Kementerian Agama, serta diikuti peserta yang antusias menggali informasi terkait skema, manfaat, hingga strategi lolos Beasiswa Indonesia Bangkit.
Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian UNAS, Dr. Fachruddin Majeri Mangunjaya, M.Si., dalam pemaparannya menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi strategis antara Universitas Nasional dan Kementerian Agama dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia berbasis keilmuan dan keagamaan.
“Program ini merupakan kesempatan istimewa yang diberikan melalui Kementerian Agama. UNAS berkomitmen menjadi bagian dari penguatan pendidikan yang linear, khususnya dalam mendukung pengembangan ekologi, kebangsaan, dan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Ia juga mendorong para santri, pengajar pesantren, hingga kiai untuk memanfaatkan peluang ini sebagai jalur peningkatan kapasitas akademik.
“Kami berharap para santri dan pengajar pesantren dapat memanfaatkan kesempatan ini. Melalui program ekopesantren, ke depan UNAS siap berkolaborasi dalam mendukung agenda besar Kementerian Agama di bidang ekologi dan keberlanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Dr. Hj. Siti Maria Ulfa, S.Pd.I., M.S.I., menjelaskan bahwa Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan program beasiswa penuh yang mencakup biaya pendidikan dan biaya pendukung selama masa studi.
“Beasiswa Indonesia Bangkit adalah beasiswa penuh tanpa pemotongan anggaran. Seluruh pembiayaan ditanggung, baik untuk program sarjana hingga doktor, sehingga penerima dapat fokus menyelesaikan studi tepat waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa durasi pembiayaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni maksimal 48 bulan untuk program sarjana dan doktor, serta 24 bulan untuk program magister.
Selanjutnya, Siti Maria Ulfa memaparkan berbagai skema beasiswa yang tersedia, di antaranya program gelar ganda (double degree), beasiswa pesantren, hingga beasiswa unggulan keagamaan.
“Program gelar ganda memberikan kesempatan mahasiswa meraih dua gelar sekaligus dari dua perguruan tinggi dalam satu periode studi. Sementara itu, beasiswa pesantren diperuntukkan bagi santri, ustaz, ustazah, hingga tenaga pendidik dan dosen ma’had,” paparnya.
Ia juga menekankan bahwa Program Studi Biologi UNAS masuk dalam skema beasiswa BIB S-1 dalam negeri, Beasiswa Unggulan Keagamaan, sehingga membuka peluang besar bagi calon mahasiswa untuk mengakses beasiswa melalui program tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Dosen Biologi UNAS, Astri Zulfa, S.Si., M.Si., turut memaparkan berbagai keunggulan Fakultas Biologi dan Pertanian UNAS, termasuk program unggulan, capaian prestasi mahasiswa, serta peluang kolaborasi dengan mitra yang mendukung pendanaan kegiatan akademik dan riset mahasiswa.
“FBP UNAS terus mendorong mahasiswa untuk berkembang melalui program unggulan dan kerja sama dengan berbagai mitra, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa untuk berprestasi dan memperoleh pendanaan,” ungkap Astri.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan profil fakultas, diskusi, serta sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk menggali informasi lebih mendalam terkait Beasiswa Indonesia Bangkit.
Berikut Link Pendaftaran untuk Beasiswa Indonesia Bangkit : https://beasiswa.kemenag.go.id/unggulankeagamaan-s/
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada narasumber dan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi. (SAF)
Sumber Berita UNAS : Dari Pesantren ke Kampus, UNAS Sosialisasikan Beasiswa Indonesia Bangkit bagi Generasi Unggul