fbp unas

Mahasiswa S1 dan S2 Biologi UNAS Ikuti Pelatihan Riset Fitolit Bersama Peneliti Rutgers University

Mengutip Berita UNAS, Jakarta (Humas UNAS) – Program Studi S1 dan Magister Biologi, Fakultas Biologi dan Pertanian Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan kegiatan Phytolith Workshop 2026 pada 11 – 22 Mei 2026 di Laboratorium Kimia, Bambu Kuning. Kegiatan ini merupakan pelatihan intensif yang menggabungkan teori dan praktik penelitian fitolit secara langsung di laboratorium.

Workshop ini menghadirkan pemateri internasional, yaitu Luke D. Fannin, Ph.D. dari Rutgers University. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari mahasiswa S1 dan S2 Biologi. Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Program Studi S2 BiologiDr. Fitriah Basalamah, M.Si. Dosen Program Studi S2 Biologi Dr. Sri Suci Utami Atmoko, Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si. dan Dosen Program studi S1 BiologiAstri Zulfa, S.Si., M.Si.

Peserta workshop memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai teknik penelitian fitolit yang aplikatif dalam bidang biologi dan konservasi. Para mahasiswa mempelajari berbagai materi, mulai dari pengenalan fitolit dan aplikasinya dalam penelitian, teknik mikroskopi dan imaging fitolit, hingga protokol ekstraksi fitolit seperti ashing, pemisahan, dan mounting. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada penggunaan alat laboratorium seperti centrifuge dan water bath, serta analisis sampel biologis dari orangutan, owa, dan primata lainnya.

Kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan hands-on yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan praktik langsung dan interpretasi hasil penelitian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan laboratorium, analisis data, serta memperluas wawasan akademik internasional.

Dalam sambutannya, Dosen Program Studi S2 Biologi Dr. Sri Suci Utami Atmoko menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama riset antara UNAS dan Rutgers University, khususnya dalam pengembangan penelitian terkait tumbuhan, nutrisi, serta keterkaitannya dengan kehidupan satwa liar. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi tersebut juga mendukung aktivitas riset yang dilakukan di kawasan Stasiun Penelitian Tuanan, Kalimantan Tengah dan Stasiun Penelitian Suaq Balimbing, Aceh Selatan.

Menurutnya, kajian fitolit menjadi bidang yang sangat menarik karena mampu memperlihatkan hubungan erat antara tumbuhan dan hewan dalam ekosistem. “Kita bisa melihat bahwa memang penting ada hubungan antara tumbuhan dengan hewan, dan ini yang menjadi sangat menarik karena subjek ini masih sangat jarang ditemui di lokasi-lokasi riset lainnya,” ujar Suci dalam pembukaan kegiatan workshop, Senin, (11/5/2026).

Ia menambahkan bahwa penelitian fitolit tidak hanya berkaitan dengan identifikasi tumbuhan, tetapi juga dapat membantu memahami kondisi kesehatan hewan, pola konsumsi pakan, hingga strategi evolusi yang terjadi antara tumbuhan dan satwa. Menurutnya, pendekatan tersebut membuka peluang baru bagi penelitian multidisiplin di bidang biologi dan konservasi.

Suci juga menjelaskan bahwa kajian serupa memang telah dilakukan di beberapa lokasi penelitian lain, seperti Gunung Palung, namun pendekatan yang diterapkan dalam pelatihan di Suaq Balimbing memiliki karakteristik tersendiri dan masih dalam tahap pengembangan awal. Karena itu, ia berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengembangan riset tersebut di masa depan.

“Kami berharap teman-teman semua bisa belajar dengan baik, karena ini masih menjadi ilmu yang lumayan baru bagi kita semua. Mudah-mudahan nanti ada yang bisa melanjutkan riset di Stasiun Penelitian Tuanan maupun lokasi penelitian lainnya,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar bersama peneliti internasional secara maksimal. Suci menegaskan agar mahasiswa tidak ragu untuk berdiskusi maupun bertanya selama pelatihan berlangsung, termasuk apabila menghadapi kendala bahasa dalam proses pembelajaran.

“Gunakan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk bertanya agar ilmu yang diperoleh benar-benar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan penelitian ke depan,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Phytolith Workshop 2026, Program Studi S1 dan S2 Biologi UNAS berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi penelitian sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan konservasi hayati. (*Dimas Wijaksono)

BERITA TERKAIT :

 

Sumber Berita UNAS: Mahasiswa S1 dan S2 Biologi UNAS Ikuti Pelatihan Riset Fitolit Bersama Peneliti Rutgers University