fbp unas

Eksplorasi Biodiversitas Urban melalui JNW, Dosen dan Mahasiswa Prodi S1 dan S2 Biologi Turun Langsung ke Alam Kota

Mengutip Berita UNAS, Jakarta (Humas UNAS) – Program Studi S1 dan S2 Biologi Universitas Nasional (UNAS) turut berpartisipasi dalam kegiatan Jakarta Naturalist Walk (JNW) yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 April 2026, di kawasan Hutan Kota Universitas Indonesia (UI). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi lingkungan yang dikemas secara santai dan interaktif, serta melibatkan berbagai kalangan, baik akademisi maupun masyarakat umum.

Program Magister Biologi UNAS dalam membuka jejaring dan memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk berkolabrasi dengan stakeholder yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati, mempunyai program edukasi kepada masyarakat.

Menurut Dr. Fitriah Basalamah, M.Si. sebagai Ketua Program Magister Biologi menambahkan “Kami telah berpartisipasi dalam kegiatan JNW dengan melibatkan mahasiswa Program Magister Biologi agar dapat memberikan kesempatan berinteraksi dengan masyarakat di luar kampus guna meningkatkan kepedulian terhadapat pelestarian keanekaragaman hayati,” kata Fitriah.

Dosen Program Studi Magister Biologi UNAS, Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si., menjelaskan bahwa JNW merupakan kegiatan berbasis komunitas yang bertujuan memperkenalkan keanekaragaman hayati melalui aktivitas berjalan santai di alam terbuka. “Kegiatan ini bersifat edukatif, tetapi tetap menyenangkan. Peserta diajak untuk mengamati langsung flora dan fauna di lingkungan sekitar, sekaligus mendapatkan penjelasan dari interpreter di setiap kelompok,” ujarnya saat diwawancarai Humas UNAS, Senin (27/4/2026) di Jakarta.

Kegiatan JNW kali ini terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan malam. Pada sesi pagi, peserta dibagi ke dalam lima kelompok dengan fokus pengamatan yang berbeda, seperti burung, tumbuhan, herpetofauna (reptil dan amfibi), serta serangga. Setiap kelompok dipandu oleh seorang interpreter yang memberikan penjelasan terkait temuan di lapangan.

“Peserta tidak hanya berjalan, tetapi juga mencatat berbagai temuan. Misalnya, kami menemukan serangga seperti ngengat yang baru keluar dari kepompong, serta berbagai jenis tumbuhan seperti keladi dan jamur. Ini menjadi pengalaman belajar yang menarik,” tambahnya.

Setelah sesi pagi berakhir, seluruh peserta berkumpul untuk mempresentasikan hasil pengamatan masing-masing kelompok. Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkaya pemahaman peserta terhadap biodiversitas yang ditemui.

Sementara itu, sesi malam yang dimulai selepas magrib menghadirkan pengalaman berbeda dengan fokus pada satwa nokturnal. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok danau dan kelompok hutan. Dalam sesi ini, peserta berhasil menemukan berbagai jenis hewan, seperti ular, bunglon, hingga cicak.

“Kegiatan malam justru lebih menantang karena kita bisa menemukan hewan-hewan yang aktif di malam hari. Ini memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan liar di kawasan tersebut,” jelas Tatang.

Partisipasi UNAS dalam kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari program sarjana dan magister Biologi, termasuk yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan Himabio dan KSH-Sahul. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan komunitas dan institusi lain.

Lebih lanjut, Tatang juga menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang promosi dan interaksi lintas kampus. Para peserta terlihat mengenakan atribut dari masing-masing institusi, seperti UNAS, Universitas Indonesia, hingga perguruan tinggi lain. Hal ini membuka ruang jejaring yang lebih luas, termasuk dengan para alumni yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Di lapangan, banyak interaksi yang terjadi. Bahkan ada masyarakat yang tertarik bertanya karena melihat kami menggunakan atribut biologi. Ada orang tua yang datang bersama anaknya dan bertanya tentang biologi, karena anaknya memiliki minat di bidang tersebut. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ilmu biologi secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menariknya, kegiatan JNW terbuka untuk umum dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk non-biologi. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang awalnya hanya berolahraga di lokasi kemudian tertarik untuk bergabung setelah melihat aktivitas yang berlangsung.

“Kegiatan ini terbuka untuk siapa saja. Banyak peserta dari kalangan umum, termasuk keluarga dan anak-anak. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap lingkungan cukup tinggi jika dikemas secara menarik,” tambahnya.

Ady Kristanto, S.Si., salah satu mahasiswa Program Magister Biologi yang ikut terlibat dalam kegiatan JNW sekaligus inisiator kegiatan JNW. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Jakarta lebih mengenal keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya, memahami fungsi setiap makhluk hidup dalam menjaga keseimbangan alam, serta menumbuhkan kepedulian untuk ikut melestarikannya. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak mengamati satwa dan tumbuhan di ruang terbuka kota, tetapi juga belajar bahwa Jakarta masih menyimpan kekayaan hayati yang penting untuk dijaga Bersama,” ujarnya disela-sela kegiatan berlangsung.

Salah satu peserta kegiatan yang juga mahasiswa Program studi S1 Biologi Angkatan 2022, juga anggota Kelompok Studi Herpetofauna ‘Sahul’ (KSH Sahul)Farrel Sulthan Syauqi Rabbani turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan pengamatan pagi hari yang dimulai melalui sesi briefing di Stasiun Kereta Universitas Indonesia.

“Kegiatan pertama dimulai dengan pengamatan pagi hari yang dibagi menjadi lima kelompok. Kami mengamati biodiversitas sepanjang jalur yang telah ditentukan. Setiap menemukan flora maupun fauna, ada peserta yang menjelaskan secara lebih mendalam sesuai bidangnya, seperti mikologi, botani, avifauna, dan herpetologi,” jelas Farrel.

Ia juga mengungkapkan kesan positif selama mengikuti kegiatan tersebut. “Kesan saya selama mengikuti kegiatan ini sangat seru. Saya juga mendapatkan banyak informasi baru yang sebelumnya belum pernah saya ketahui,” tambahnya.

JNW sendiri dilaksanakan secara berkala, umumnya setiap beberapa bulan, dengan lokasi yang berpindah-pindah, seperti Taman Wisata Alam Angke, Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, hingga kawasan Pesanggrahan.

Melalui kegiatan ini, UNAS berharap dapat terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam mendukung edukasi berbasis pengalaman langsung di alam. (*Dimas Wijaksono)

Sumber Berita UNAS: Eksplorasi Biodiversitas Urban melalui JNW, Dosen dan Mahasiswa Prodi S1 dan S2 Biologi Turun Langsung ke Alam Kota

| Berita Terbaru