fbp unas

“From Zero to Viral”: Mengasah Insting Jurnalistik bagi Akademisi

Jakarta (UNAS) – Di era digital saat ini, kemampuan jurnalistik dan produksi konten kreatif menjadi keahlian yang semakin dibutuhkan, tidak hanya bagi insan komunikasi, tetapi juga bagi akademisi, termasuk para biolog dan ilmuwan lainnya. Menyadari pentingnya keterampilan ini, Fakultas Biologi dan Pertanian (FBP) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan Workshop Jurnalistik dan Konten Digital bertajuk “From Zero to Viral”, pada Selasa (25/02/2025), di Ruang Seminar Selasar Lt. 3 UNAS.

Kegiatan ini menghadirkan para narasumber berpengalaman di bidang jurnalistik dan digital content creation, yakni:
1. Eko Suprihatno – Editor dan Praktisi Media Indonesia
2. Gurit Ady Suryo – Redaktur Litbang Media Indonesia
3. Balqis Ratu Fathona – Influencer Instagram dan TikTok

Workshop ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta profesional yang memiliki minat dalam dunia jurnalisme dan konten digital.

Jurnalistik dan Konten Digital: Keterampilan Esensial bagi Akademisi

Dalam sambutannya, Ketua Panitia yang juga Wakil Dekan FBP, Dr. Vivitri Dewi Prasasty, M.Si., menyampaikan apresiasinya kepada para narasumber dan peserta yang hadir.

“Kami berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan semangat dan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari workshop ini,” ujarnya.

Dekan FBP UNAS, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si., juga menegaskan pentingnya keterampilan menulis dan digital branding bagi akademisi.

“Era digital telah mengubah cara kita menyampaikan informasi. Dosen tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga harus mampu membangun personal branding melalui jurnal ilmiah, publikasi, dan konten digital,” jelasnya.

Ia juga mendorong para dosen untuk mulai memproduksi konten edukatif berbasis penelitian mereka agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya workshop ini, akan lahir lebih banyak konten berkualitas dari dosen-dosen FBP yang dapat memberikan manfaat bagi publik,” tambahnya.

Baca Juga  Delegasi “Lutung” Belajar Survei dengan Metode Bioakustik

Menulis Berita dan Opini: Memahami Dasar-Dasar Jurnalistik

Sesi pertama workshop dibawakan oleh Eko Suprihatno, yang mengupas tentang “Menulis Berita” dan “Menulis Opini”.

“Menulis bukan hanya untuk jurnalis, tetapi juga penting bagi akademisi. Dosen dan mahasiswa perlu memahami bagaimana menulis dengan baik, terutama untuk tesis, jurnal ilmiah, dan disertasi,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam publikasi akademik, elemen jurnalistik dapat membantu menyampaikan informasi ilmiah dengan lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Jurnal ilmiah tidak harus kaku. Kita harus mampu menerjemahkan temuan ilmiah menjadi informasi yang lebih mudah dicerna oleh publik,” katanya.

Eko juga menekankan bahwa jurnalistik bukan hanya domain wartawan, tetapi juga milik masyarakat umum melalui konsep citizen journalism.

“Saat ini, siapa saja bisa menjadi jurnalis dengan berbagi informasi yang kredibel dan bermanfaat. Tentu saja, dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tambahnya.

Strategi Konten Digital: Dari Ide hingga Viral

Sesi berikutnya diisi oleh Balqis Ratu Fathona, yang membagikan pengalaman dan strategi dalam menciptakan konten digital yang menarik dan viral.

Ia mengungkapkan beberapa tips utama dalam membuat konten digital yang sukses, antara lain:
1. Relevansi dengan tren – Konten harus relate dengan isu terkini.
2. Konsep video yang jelas – Tentukan isi materi dan alur video sebelum membuat konten.
3. Hook dalam tiga detik pertama – Video harus menarik perhatian sejak awal.
4. Konsistensi – Unggah konten secara rutin untuk membangun audiens.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menarik perhatian audiens dalam tiga detik pertama. Itulah kunci sukses dalam membuat konten yang viral,” ujar Balqis.

Jurnalisme Data dan Praktik Pembuatan Konten Digital

Pada sesi terakhir, Gurit Ady Suryo membawakan materi tentang Jurnalisme Data dan Konten Kreatif. Ia menyoroti pentingnya konten edukasi berbasis data yang dapat membantu menyebarluaskan hasil penelitian akademisi ke publik.

Baca Juga  Prodi S1 S2 Biologi UNAS Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Mahasiswa Melalui Pelatihan Soft Skill
“Dosen memiliki banyak data penelitian yang perlu dipublikasikan. Konten digital bisa menjadi sarana efektif untuk menyebarkan informasi akademik kepada khalayak yang lebih luas,” jelasnya.

Gurit juga memberikan tips agar durasi konten tidak terlalu panjang, dengan menekankan pentingnya bagian awal video yang menarik perhatian.

“Konten edukatif tidak perlu berdurasi panjang, cukup satu hingga dua menit. Gunakan alat yang ada, seperti ponsel atau laptop, untuk memproduksi konten berkualitas,” tambahnya.

Setelah sesi pemaparan, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan konten digital menggunakan aplikasi Canva. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mulai mengembangkan ide dan menyusun desain konten digital mereka sendiri.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Workshop ini ditutup dengan penyerahan sertifikat dan cinderamata kepada para narasumber, yang diberikan oleh Dr. Vivitri Dewi Prasasty, M.Si., dan Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen dan mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam menulis serta menciptakan konten digital berkualitas, sehingga ke depan akan semakin banyak konten edukatif yang lahir dari akademisi FBP UNAS.(*DMS)

Sumber: unas.ac.id – “From Zero to Viral”: Mengasah Insting Jurnalistik bagi Akademisi

| Berita Terbaru