Jakarta, 25 Februari 2025 β Tim peneliti dari Universitas Nasional (UNAS) telah sukses melakukan ekspedisi ilmiah untuk mengeksplorasi keanekaragaman makroalga di Taman Nasional Karimunjawa, salah satu kawasan konservasi laut terpenting di Indonesia. Penelitian ini dilakukan oleh tiga dosen UNAS (Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., Drs. Achmad Yanuar, M.Phil., Ph.D., dan Astri Rozanah Siregar, M.Si.) serta tiga mahasiswa Magister Biologi (Atika Amalia Firdaus, Yuninda Tri Herawati, dan Yuni Sulaiman).
Apa Tujuan dari Penelitian Ini?
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan keanekaragaman makroalga di wilayah pesisir Karimunjawa, yang memiliki ekosistem laut yang kaya dan unik. Makroalga berperan penting dalam rantai makanan laut, serta memiliki potensi sebagai sumber bioaktif untuk aplikasi medis dan farmasi.
Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?
Tim berangkat dari Stasiun Senen, Jakarta, pada 20 Februari 2025 menuju Stasiun Talang, Semarang, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Pantai Kartini, Jepara. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan speedboat selama 2,5 jam menuju Pulau Karimunjawa.
Selama ekspedisi, tim mengunjungi beberapa pulau kecil seperti Pulau Cemara, Pulau Sintok, dan Pulau Kecil. Perairan Karimunjawa yang jernih memungkinkan tim untuk mengamati terumbu karang serta berbagai jenis makroalga yang tumbuh subur di dasar lautnya.
Hasil Penelitian: Keanekaragaman Makroalga
Tim berhasil mengumpulkan setidaknya enam jenis makroalga, termasuk dari genus Caulerpa, Padina, dan Hydroclathrus. Jenis-jenis ini memiliki peran ekologis penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan berpotensi sebagai bahan baku dalam industri farmasi serta kosmetik alami.
Kesimpulan dan Harapan Ke Depan
Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang kekayaan biodiversitas laut Indonesia, khususnya dalam hal makroalga. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk penelitian lebih lanjut terkait konservasi ekosistem laut dan pemanfaatan makroalga dalam bioteknologi.
Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.