Mengutip Berita UNAS, Jakarta (UNAS) – Program pengembangan budidaya teripang berkelanjutan yang diinisiasi Center for Sustainable Energy and Resources Management Universitas Nasional (CSERM-UNAS) resmi diserahkan kepada masyarakat pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar pada 7 April 2026.
Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini melibatkan masyarakat di Kecamatan Bontoharu dan Bontosikuyu, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Meskipun masa pendampingan CSERM-UNAS telah berakhir pada 1 April 2026, kegiatan budidaya tetap dilanjutkan oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah daerah, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Dinas Perikanan setempat.
Serah terima program dilaksanakan di Ruang Sekretariat PKK Selayar dan disaksikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan kelompok pembudidaya dan koperasi teripang menandatangani piagam serah terima sebagai komitmen untuk melanjutkan program secara mandiri.
Program budidaya teripang ini mulai dilaksanakan pada Mei 2023 di empat wilayah, yaitu Desa Lowa, Desa Kahu-Kahu, Desa Bontoborusu, dan Kelurahan Bontobangun. Kegiatan ini bertujuan menjaga keberlanjutan stok teripang alam sekaligus melindungi ekosistem lamun yang berperan penting sebagai penyerap karbon dan habitat berbagai biota laut.
Selama pelaksanaan program, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai pengenalan habitat teripang, teknik budidaya, pembuatan dan pemeliharaan keramba, hingga proses pascapanen dan pemasaran produk berstandar ekspor melalui koperasi yang telah dibentuk.
Direktur CSERM-UNAS, Dr. Sugardjito, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan. Menurutnya, status Kepulauan Selayar sebagai cagar biosfer harus mampu menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seiring dengan perlindungan keanekaragaman hayati.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus menjaga ekosistem padang lamun,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi CSERM-UNAS dalam menghadirkan riset dan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan budidaya teripang di wilayah tersebut.
Selain itu, program ini dinilai memiliki potensi untuk mendukung target penurunan emisi karbon nasional sebesar 31,89 persen hingga 43,20 persen pada 2030, sebagaimana tertuang dalam komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
Pada 9 April 2026, CSERM-UNAS juga menggelar seminar bertajuk “Peluang Budidaya Teripang Karbon Biru untuk Nationally Determined Contribution (NDC) di Provinsi Sulawesi Selatan” di Hotel Vasaka. Dalam forum tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk mendorong pengembangan budidaya teripang sebagai komoditas unggulan, dengan Kepulauan Selayar sebagai proyek percontohan.
Dalam kesempatan yang sama, CSERM-UNAS menyerahkan laporan kegiatan serta buku kebijakan strategis pengembangan teripang pasir dengan pendekatan “teripang karbon biru” sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi berbasis lingkungan.(***)


Sumber Berita UNAS : Serah Terima Program Pengembangan Budidaya Teripang Berkelanjutan di Kepulauan Selayar dan Peluang Untuk Kontribusi dalam Skema Nationally Determined Contribution (NDC)