fbp unas

Mahasiswa Temukan 28 Spesies Burung di Lebakmuncang, Termasuk Jenis Rentan dan Migran

Mengutip dari berita UNAS, Jakarta (UNAS) – Tim mahasiswa peneliti bidang avifauna yang terdiri dari Maharani Dewi Joana Putri, Muhadi, dan Singgih Damar Dananjaya baru saja menyelesaikan studi inventarisasi keanekaragaman burung di Desa Lebakmuncang, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Penelitian yang dilakukan di kaki Gunung Tambakruyung ini berhasil mendata sebanyak 28 spesies burung dari 18 famili, dengan total perjumpaan mencapai 300 individu.

Temuan ini mempertegas peran strategis kawasan Lebakmuncang sebagai habitat penting sekaligus tempat perlindungan (refugia) bagi burung-burung endemik di tengah pesatnya alih fungsi lahan. Kajian ini dipresentasikan dalam kegiatan Seminar Kuliah Kerja Lapangan (KKL)  yang diselenggarakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, di Ruang Seminar Selasar Lt. 3 UNAS.

Berita terkait: MENJADI BIOINDIKATOR ALAM, MAHASISWA INVENTARISASI 15 SPESIES AMFIBI DAN REPTIL DI BUKIT LEBAKMUNCANG

Studi yang berlangsung dari 29 November hingga 3 Desember 2025 ini menyisir tiga tipe habitat utama: jalur pendakian, jalur agroforestri, dan jalur pemukiman (conblock/homestay). Menggunakan metode point count, tim mencatat bahwa jalur pemukiman justru memiliki indeks keanekaragaman tertinggi dengan temuan 17 spesies.

Berita terkait: EKSPLORASI MAHASISWA DI CIWIDEY: TEMUKAN PULUHAN JAMUR BERKHASIAT OBAT DI TENGAH HUTAN HOMOGEN

“Kawasan Lebakmuncang ini memiliki nilai konservasi tinggi sebagai habitat avifauna dengan keanekaragaman nilai sedang hingga tinggi,” ungkap Maharani Dewi Joana, perwakilan tim avifauna dalam presentasinya. Keanekaragaman yang tinggi di area pemukiman diduga dipengaruhi oleh lanskap yang heterogen, di mana vegetasi alami masih bersanding dengan kebun warga dan pohon peneduh.

Berita terkait: SEMINAR KKL BIOLOGI: TEGASKAN PENTINGNYA PRODUKSI PENGETAHUAN BERBASIS LAPANGAN

Eksplorasi ini tidak hanya mendata burung-burung umum seperti Walet Linci, Cucak Kutilang, dan Cabai Jawa, tetapi juga berhasil mengidentifikasi keberadaan spesies yang dilindungi dan terancam:

Dalam perspektif ekologis, burung memiliki peran vital sebagai penyebar biji, penyerbuk, dan pengendali populasi serangga. Sensitivitas burung terhadap perubahan habitat menjadikan mereka sebagai “bioindikator kesehatan lingkungan” yang sangat akurat.

Hasil penelitian menunjukkan indeks dominansi yang rendah (0,16 hingga 0,31) di seluruh jalur, yang berarti tidak ada spesies tertentu yang mendominasi secara berlebihan sehingga komunitas burung di Lebakmuncang berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

Dengan kekayaan spesies yang ditemukan, Desa Wisata Lebakmuncang memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekowisata berbasis pengamatan burung. Kehadiran raptor dan burung migran dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan minat khusus maupun peneliti.

Tim peneliti berharap data ini dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola kawasan. Tim avifauna menekankan pentingnya menjaga vegetasi lokal karena keberadaan spesies rentan dan burung migran menegaskan nilai ekologis tinggi di kawasan ini. (*DMS)

 

Sumber berita: Mahasiswa Temukan 28 Spesies Burung di Lebakmuncang, Termasuk Jenis Rentan dan Migran

| Berita Terbaru